: Kenali Dirimu maka Engkau akan Mengenal Tuhanmu :: . Terkadang kita didalam kehidupan ini lebih banyak mengulik atau kepo atau mengkoreksi kehidupan orang lain, namun kita sendiri lupa tidak
Search Ilmu Aura Badan Pagar Diri. Setelah sekian lama saya tidak update ilmu baru, rasanya ada yang aneh pada diri saya Amalan Balik Rasa pendinding diri dan rawatan diri berlandaskan al quran dan hadis makhluk halus atau racun-racun ilmu sihir atau santau dari badan manusia Bila kita membicarakan "ILMU MENGENAL DIRI" tentu ramai dari kita yang akan menyangka bahawa yang akan di bicarakan
Seberapadalam kamu mengenal dirimu? Kenalilah dirimu, maka kamu akan mengenal Tuhanmu.Kenal disini bukan hanya sebatas mengenal "saya tahu nama saya Adi, saya lahir pada tanggal sekian, alamat saya disana, ibu saya si anu dan pekerjaannya anu, ayah saya si anu dan pekerjaannya anu".Kalau hanya itu yang kamu kenal dari dirimu, berarti dirimu hanyalah sebatas curriculum vitae.
Kalimatyang sederhana ini, "kenali dirimu, maka akan mengenal Tuhanmu" merupakan sebuah sabda dari Rasulullah Muhammad saw. " Man arofa nafsahu faarofa robbahu ". Di dalam beragama dan berkeyakinan, banyak manusia yang "terkurung" dalam fenomena "katanya" atau dalam bahasa agama kita sering , medengarnya dengan istilah "taklid. "
. Sisiput Agama untuk"..Kenali dirimu, maka kau akan mengenal Tuhanmu.."Kata itu ada di header blog ini setelah update blog's theme diawal Tahun 2008, mungkin sebagian ada yang ngerti, sebagian gak, dan sebagian lain cuek bebek, dan bahkan mungkin sebagian ada yang menghina dengan mengganggap "Akh, sok agamis make kata-kata gituan di Blog..!"It's okay, manusia memang punya kelebihan Akal dari makhluk lain ciptaan-Nya sehingga mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menanggapi stimulus berbau agamis seperti itu hanyalah sebuah kata yang gw dapat dalam perjalanan spiritual menuju Ma'rifatullah mengenal Allah, sebenarnya masih banyak kata lain yang dapat membuat gw berpikir. Berpikir, itulah yang dikehendaki-Nya dalam mencari ilmu Bahasa Arab kata itu berbunyi "Man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu"Artinya Barang siapa mengenal akan dirinya, maka mengenallah ia akan Tuhan-NyaDan sejak mendapati kata itu, Gw berpikir untuk mengupas makna dibalik kata-kata itu. Dalam proses berpikir mencari makna di balik kalimat itu, gw menemukan kata baru yang semakin membuat gw bingung."Antal mautuqabal maut"Artinya Matikan dirimu sebelum kamu matiBagaimana mematikan diri sebelum kita mati? Akh, apa ini sajak? Puisi? atau karya seni yang berat? sehingga hanya orang seni yang dapat memahaminya?.Okay, gw jadi bingung make a breakdown first..Mematikan diri = memisahkan diantara yang hidup dengan yang mati. Trus, yang dapat memisahkan itu adalah yang Hidup Tiada Mati yaitu adanya Ruh, manusia mendapat 7 sifat hidup yang tidak dimiliki jasad kita, sifatnya adalah 1. Mendengar2. Mencium3. Melihat4. Merasa5. Berkehendak6. Berkuasa7. Berkata-kataTanpa itu semua, matilah si jasad ini. Ini yang menjawab sebuah kata-kata populer dikalangan sufi, "Manusia bagaikan bangkai yang berjalan"Inilah salah satu cara yang gw temukan untuk mengenal Allah, yaitu dengan mematikan diri. Menghilangkan terlebih dahulu semua sifat hidup yang tak dimiliki jasad ini, yang sebenarnya adalah milik Ruh."Awaluddin Makrifatullah, Wa Makrifaturassul"...Awal beragama adalah mengenal Allah, Mengenal rasulMengenal Allah = mengenal diri kita = mematikan diri = menghilangkan sifat 7 Ruh di kita bisa mengaku beragama jika kita tidak mengenal siapa yang punya agama dan yang menjadi penyebar agama-Nya?Tak kenal maka tak sayang Disarankan untuk dibimbing seorang Guru untuk menjalani tahap ini. Gw bukan guru ya.., gw cuma sedang menjalani perjalanan ini dengan penuh kebahagiaan aja. Dan sekedar ingin memberikan sedikit sekali pengetahuan gw melalui tulisan ini, karena ilmu pengetahuan untuk dibagi, bukan untuk disimpan semua tak lepas dari kekuasaan-Nya melalui my beloved father memberikan gw pencerahan dalam mendalami agama, dan juga melalui kitab yang ditulis oleh KH. Muhammad Saman Al-Banjari selaku Pembina Pondok Pesantren Nurul Islam Tarakan-Kaltim. Semoga kita selalu diberikan Hidayah dari Allah SWT. apabila ada kesalahan dalam tulisan ini, kesempurnaan hanya milik
بســــــــــــــــــــــــــــــــــــــم الله الرحمن الرحيم Sahabat sudah pada kenal akan diri sendiri apa belum? Yuk yang belum kenal segera kenalan terhadap hakikat diri kita sendiri karena salah satu cara Mengenal Allah SWT. ialah dengan mengenal Diri Sendiri maksudnya ialah Hakikat Diri yang Sebenarnya. Adapun maksud Diri yang Sebenarnya itu bukanlah Diri yang berSifat lahiriah karena Jasad ini tidak membawa makna yang sebenarnya untuk Mengenal Allah SWT. Pada Zaman ini ramai dikalangan kita tidak Mengenal Dirinya yang sebenarnya. Mereka menganggap bahwa Dirinya hanyalah tubuh badan yang terdiri daripada kulit, daging, tulang, darah dan sebagainya. Yang dimaksudkan dengan sebenarnya ialah Diri yang Batin yaitu Diri yang datang dan akan kembali kepada Allah SWT. Ulama Ilmu Ketuhanan atau Ilmu Tauhid berpegang bahwa Diri kita ini merupakan tangga untuk Mengenal Allah, sesuai dengan dalil yang mengatakan Siapa yang Mengenal Dirinya, Sesungguhnya ia akan Mengenal AllahDikalangan Ulama Tasauf atau Ulama Ilmu Ketuhanan selalu menasihatkan carilah diri kamu di dalam diri maksudnya ialah menyuruh agar kita mencari Hakikat Diri kita yang sebenarnya terlebih dahulu. Apabila kita telah menemukan Diri kita yang sebenarnya pasti kita akan mengakui Hakikat adanya Allah SWT. Hakikat Diri yang sebenarnya merupakan Ruh atau jiwa ataupun Rohani yang ada dalam Diri Manusia itu sendiri yang harus dikenali setiap Manusia. Diri Batiniah ini tidak dapat dilihat atau diraba oleh Mata lahiriah dan tangan Manusia. Walaupun di dalam Diri itu disebut dengan berbagai istilah, tetapi tujuannya adalah untuk mengingatkan kepada Manusia supaya berfikir bahwa betapa luasnya Diri yang Hakikat itu di dalam Manusia. Diri Manusia dilengkapi oleh Allah dengan Sifat tertentu, kemudian Sifat tersebut dinilai atau dihisab sama ada baik atau pun janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta dipertanggung jawapannya Allah menjelaskan kepada kita tentang istilah jiwa dan Sifat yang terdapat pada jiwa, yaitu pendengaran, penglihatan, disamping Roh juga akan diuji tentang ketakwaannya kepada Allah SWT. Itulah sebabnya Ruh atau jiwa sedia untuk berbakti dan melaksanakan perintah Allah SWT. Untuk melakukan dan melaksanakan perintah tersebut maka diciptakanlah jasad, lalu Allah SWT. menjadikan Adam. Ruh telah berikrar dan berjanji kepada Allah SWT., maka untuk membuktikan dan berbuat sesuatu maka Ruh memerlukan tempat yaitu Jasad. Istilah Batin disebut juga dengan Qalbu. seandainya Qalbu tersebut diterangi dengan Nur maka selamatlah seseorang itu. Maka sekiranya tiada Nur, gelaplah seseorang itu. Qalbu mesti mempunyai asas yang membolehkannya selamat yang hanya Allah SWT. yang menentukannya. Sesungguhnya segala sesuatu yang ada dalam Diri berupa nafas, akal, nafsu dan Ruh bila menjadi satu maka dinamakan dengan diistilahkan sebagai Diri atau Hati. Qalbu sebenarnya Mengetahui apa yang patut dibuat dan apa yang patut dilaksanakan mengikuti nilai-nilai Diri itu sendiri Sesungguhnya berbahagialah siapa yang membersihkan jiwanya dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya Jadi untuk pengertian bahwa siapa yang Mengenal Dirinya akan Mengenali Allah yaitu dengan cara memahami Hakikat Ruh, jiwa atau Qalbu yang sebenarnya. Sesungguhnya untuk mencapai ke tahap yang tinggi memerlukan pengetahuan dan keyakinan yang kukuh terhadap Allah kita semua dapat mengenal hakikat diri kita, dapat benar-benar mengenal akan Allah SWT. dan semoga kita semua senantiasa mendapatkan Rahmat, Hidayah, Maunah dan Ridlonya Allah SWT. Aamiin Ya Robbal 'AlamiinJika sahabat merasa ini bermanfaat, yuk share tulisan ini kepada saudara kita yang lain, semoga bermanfaat untuk diri dan kita semua, Aamin
Mengenal diri sendiri adalah pepatah paling tua yang sudah ada sejak jaman yunani kuno. Terbukti, diatas-atas pintu di gedung-gedung suci pada bangunan milik orang-orang ter-dahulu selalu ada tulisan “Kenali dirimu, maka kau akan mengenal Tuhanmu.” Para ahli ilmu spiritual juga selalu mengatakan bahwa ada suatu kekuatan yang luar biasa di dalam diri kita masing-masing, namun kebanyakan kita tidak mengenal diri sendiri sehingga tak kuasa untuk mengakses kekuatan itu. Beralih ke era baru seperti sekarang ini, para pakar psikologi modern juga menyarankan agar kita belajar mengenal diri sendiri. Pertanyaannya adalah apa sebenarnya yang ada di dalam sini sehingga kita perlu untuk mengenalinya lebih dalam? Tentu saja kita harus berusaha untuk bisa memahaminya dengan benar. Berikut adalah 7 alasan penting mengenal diri sendiri! Seringkali cinta tumbuh setelah kita mengenal baik seseorang, pastinya “cinta” yang dimaksudkan adalah cinta yang lebih luas untuk semuanya, bukan hanya untuk pasangan saja. Sebaliknya, kadang-kadang cinta itu tidak tumbuh karena kita terlalu ego, membangun dinding yang memisahkan antara satu dengan yang lain sehingga sulit untuk mendapatkan koneksi secara emosional. Sama hal kepada diri sendiri, sebagaimana kau takkan jatuh cinta pada seseorang yang belum kau kenali, kau pun takkan jatuh cinta pada dirimu sendiri sebelum mengenalnya dengan baik. Setelah kau mengenal diri sendiri, maka kau akan jatuh cinta pada setiap lekukan kehidupan. Pada setiap hitam dan putih, siang dan malam juga terang dan gelap. Kau akan jatuh cinta pada semuanya dan melihat keindahan di setiap sisi kehidupan. Mungkin kau pernah melihat seseorang yang ia mudah tersenyum, selalu lebih dulu menyapa dan selalu terlihat ceria? Seperti itulah ciri-ciri orang yang sudah mengenal dirinya sendiri, hatinya penuh cinta sehingga hidupnya bahagia. 2. Lebih Mudah Berkompromi Mengenal diri sendiri pada akhirnya juga membuat kita menjadi lebih menomorkan duakan ego, dengan kata lain kita tidak lagi memikirkan kepentingan diri sendiri. Artinya, semakin kau mengenal dirimu, semakin kau mudah berkompromi dan beradaptasi dengan apapun atau siapapun. Kebanyakan orang, semakin ia mengenal diri sendiri, semakin ia menganggap dirinya tidak begitu penting. Dalam arti, ada sesuatu yang lebih penting dari sekedar memperdulikan keinginannya sendiri. Pergeseran pola pikir ini menjadikan kita lebih bijaksana dalam bergaul dengan siapapun. Bijaksana disini berarti kita lebih memikirkan jalan tengah yang membawa manfaat paling banyak dan tidak lagi memikirkan kesenangan pribadi. 3. Lebih Mudah Menghadapi Masalah Satu lagi alasan pentingnya mengenal diri sendiri adalah karena kita jadi lebih mudah menghadapi setiap permasalahan dalam hidup. Seseorang yang mengenal diri sendiri selalu tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak seharusnya dilakukan. Jika kita bersikap seperti itu dalam hidup, bukankah kita akan jauh dari segala masalah? Bahkan ketika suatu masalah datang, kita bisa menghadapinya dengan mudah. Jadi sangat penting untuk mengenal dirimu sendiri agar kau pun tahu apa yang seharusnya kau inginkan dan dilakukan. Banyak orang keliru dalam menginginkan sesuatu sehingga melakukan hal-hal yang keliru pula dalam hidup. Jika kita mengenal diri sendiri, pastinya kita akan berhati-hati dalam menginginkan sesuatu, sehingga kita juga terhindar dari perbuatan yang membawa masalah. Baca Juga 10 Tujuan Hidup Yang Harus Kamu Miliki Sebelum Usia 30 4. Lebih Dekat Dengan Kesuksesan Seseorang tidak akan pernah sukses sebelum ia mengenal dirinya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang dapat berhasil mewujudkan impiannya jika ia tidak tahu apa yang sebenarnya-benarnya ia impikan? Kebanyakan impian atau keinginan yang kita miliki berasal dari orang lain bukan berasal dari dalam diri sendiri, hal ini dikarenakan kita tidak mengenal diri sendiri. Seseorang yang sudah mengenal dirinya, pastinya benar-benar tahu apa yang ia impikan dan apa gairah dalam hidupnya. Ketika kamu merasa bahwa hidupmu akan dihabiskan untuk suatu hal yang bagimu penting, itu adalah satu langkah besar menuju kesuksesan. Namun kebanyakan orang masih bingung untuk apa ia menghabiskan sisa hidupnya, orang-orang seperti ini biasanya tidak akan pernah sukses dan akan hidup menjadi orang biasa-biasa saja. Maka, kenalilah dirimu agar kamu bisa menjadi orang yang luar biasa. 5. Lebih Bijak Dalam Setiap Pengambilan Keputusan Pengetahuan akan suatu ilmu tentunya membuat kita menjadi lebih percaya diri untuk melakukan sesuatu, sama hal nya mengenal diri sendiri juga membuat kita menjadi lebih percaya diri dalam melangkah. Bukan hanya itu, mengenal diri sendiri juga membantu kita menjadi lebih bijak dalam setiap pengambilan keputusan. Hal ini dikarenakan kita bisa lebih berpikir rasional sebelum memutuskan sesuatu. Semisal, kamu paham bagaimana tidak nyamannya menjadi orang bodoh, kamu sangat kenal dirimu bahwa ia merasa tidak nyaman ketika tidak bisa menyelesaikan sesuatu, maka kamu memutuskan untuk belajar lebih banyak agar bisa menyelesaikan berbagai pekerjaan. Setiap keputusan yang kamu ambil selalu berdasarkan pemahaman yang jelas dan nyata, dengan kata lain setiap langkah yang kamu ambil selalu dilandasi oleh analisa yang matang dan rasional. Baca Juga 7 Cara Mengenali Diri Sendiri Untuk Menentukan Tujuan Hidup Mengenal diri sendiri tampak seperti misteri bagi yang tidak memahami maknanya, ini seperti sesuatu yang sangat gila dan tidak berguna. Namun faktanya, jika dipikirkan lagi benar bahwa kita memang belum mengenal diri sendiri. Coba saja kau merenung sejenak dan pikirkan apakah kamu sudah mengenal diri sendiri, pastinya kamu ragu untuk mengatakan sudah. Maka, coba pelajari cara mengenal diri sendiri sekarang juga!
Assalamu Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh. Pak ustadz, saya mau tanya apakah perkataan "kenalilah dirimu, baru kamu mengenal Tuhanmu" adalah hadits Nabi? Mohon untuk di jelaskan maknanya ?dari 081649041xxxJawaban Wa Alaikum salam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal Hamdulillah wash shalatu was Salamu Ala Rasulillah wa Ala Aalihi wa Ashhabihi wa man waalah, wa ba’dKalimat tersebut sering disampaikan oleh para muballigh, namun sayangnya –sebagaimana banyak pada ungkapan lainnya- mereka hanya mau mengutip dan menyampaikan, tanpa mau bersusah payah meneliti itu berbunyiمن عرف نفسه فقد عرف ربه“Barang siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.” Ungkapan ini terdapat dalam beberapa kitab, di antaranya Kimiya As Sa’adah karya Imam Al Ghazali hal. 1. Mauqi’ Al Warraq. Namun, sayangnya beliau –Rahimahullah- telah menggunakan kalimat “Rasulullah bersabda” terhadap hadits ini. Selain itu juga terdapat dalam Hilyatul Auliya’ karya Imam Abu Nu’aim. 4/350. Mauqi’ Al Warraq dan ternyata itu adalah ucapan Imam Sahl bin Abdullah At Tastari, seorang ulama sufi yang dipuji oleh Imam Ibnu Taimiyah dan Imam Ibnul Qayyim terdapat dalam Al Futuhat Al Makkiyah karya Abu Thalib Al Makki. 5/462. Mauqi’ Al WarraqPara Imam Muhaqqiqin peneliti mengatakan bahwa ungkapan ini bukanlah ucapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Imam As Sakhawi, mengutip dari Abu Al Muzhaffar As Sam’ani yang mengatakan bahwa dia tidak mengetahui adanya ucapan seperti ini yang marfu’ sampai kepada Rasulullah, dan diceritakan bahwa ini adalah ucapan Yahya bin Muadz Ar Razi Radhiallahu Anhu. Sedangkan Imam An Nawawi mengatakan bahwa ucapan ini tidaklah tsabit kokoh dari Rasulullah. Imam As Sakhawi, Al Maqashid Al Hasanah, Hal. 220. Imam As Suyuthi, Ad Durar Muntatsirah, Hal. 18 Sedangkan Imam Ash Shaghani dengan tegas memasukkannya dalam deretan hadits palsu. Imam Ash Shaghani, Al Maudhu’at, hal 2. Begitu pula Imam Ibnu Taimiyah menegaskan kepalsuan hadits ini. Imam Al Ajluni, Kasyf Al Khafa’, 2/262/2532. Mauqi’ Ya’subSedangkan Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini tidak ada asalnya. As Silsilah Adh Dhaifah, 1/165/66 beliau mengutip perkataan Al Allamah Fairuzzabadi –pengarang Qamus Al Muhith- sebagai berikutليس من الأحاديث النبوية ، على أن أكثر الناس يجعلونه حديثا عن النبي صلى الله عليه وسلم ، و لا يصح أصلا، و إنما يروي في الإسرائيليات " يا إنسان اعرف نفسك تعرف ربك " . “Ini bukanlah hadits nabi, hanya saja banyak manusia menjadikan ucapan ini dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan ini pada dasarnya tidak benar. Ini hanyalah diriwayatkan dalam ucapan Israiliyat pengaruh ajaran Yahudi Wahai manusia kenalilah dirimu niscaya kau akan kenal Tuhanmu.” Ibid Sementara Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengomentari ungkapan ini, katanyaوَبَعْضُ النَّاسِ يَرْوِي هَذَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَيْسَ هَذَا مِنْ كَلَامِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا هُوَ فِي شَيْءٍ مِنْ كُتُبِ الْحَدِيثِ وَلَا يُعْرَفُ لَهُ إسْنَادٌ . وَلَكِنْ يُرْوَى فِي بَعْضِ الْكُتُبِ الْمُتَقَدِّمَةِ إنْ صَحَّ " يَا إنْسَانُ اعْرَفْ نَفْسَك تَعْرِفْ رَبَّك " “Sebagian manusia ada yang meriwayatkan ini dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, padahal ini bukanlah ucapan Nabi, dan tidaklah sama sekali tercantum dalam kitab-kitab hadits, dan tidak diketahui sanadnya. Tetapi, jika benar, ucapan ini diriwayatkan dalam kitab-kitab terdahulu, “Wahai manusia kenalilah dirimu niscaya kau akan kenal Tuhanmu.” Majmu’ Fatawa, 16/349. Cet. 3, 2005M-1426H. Darul Wafa’. Tahqiq Anwar Al Baz – Amir Al Jazaar Demikian status perkataan tersebut, yang jelas-jelas bukan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Catatan Ungkapan ini walau tidak benar disandarkan sebagai ucapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, namun memang memiliki nilai kebaikan. Maka, lebih bagus dikategorikan ini merupakan ucapan hikmah saja. Sebab mengenal diri sendiri, lalu mentafakkurinya diakui bisa menjadi sarana untuk semakin berma’rifah kepadaNya. Sebab diri manusia termasuk salah satu tanda-tanda kekuasaanNya, yang mesti ditafakkuri, sebagaimana ciptaan Allah Ta’ala lainnya. Allah Ta’ala berfirman“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” QS. Ali Imran 3 190-191 Oleh karena itu, Imam Sufyan bin Uyainah Radhiallahu Anhu mengatakanليس يضر المدح من عرف نفسه.“Tidak ada masalah pujian terhadap orang yang mengenal dirinya.” Al Maqashid Al Hasanah, Hal. 220 Mengenal diri sendiri akan membawa sikap positif bagi manusia. Dia akan dapat menempatkan dirinya dalam bersikap dan bertutur kata di tengah-tengah manusia. Sekian. Wallahu A’lam Farid Nu’man Hasan
kenali dirimu maka kamu akan mengenal tuhanmu