tarifbaru air minum dan retribusi air limbah di kota medan dan sekitarnya. berlaku mei 2017 ( pemakaian april 2017) tarif lama air minum dan retribusi air limbah dikota medan & sekitarnya. tahun 2013
Sumberinformasi dan layanan untuk pelanggan PERUMDA Air Minum Kota Padang. Semoga Website ini dapat memberikan pelayanan dan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kami menjadi lebih baik lagi. Mari Gunakan Air Dengan CERMAT !
Namun sejak 2020 hingga 2021 pihaknya memutuskan untuk tidak menaikan tarif dasar air minum karena situasi pandemi Covid-19 yang menyebabkan perekonomian masyarakat terpuruk.. Mengingat saat ini kasus Covid-19 mulai menurun dan aktifitas masyarakat mulai dilonggarkan, maka pada tahun 2022 mendatang, pihaknya memutuskan untuk menaikan tarif dasar air minum sebesar Rp 210 per meter kubik.
IsiUlang Pulsa Online, Termurah, Termudah dan Terpercaya.
. TARAKAN – Bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Alam Kota Tarakan, bulan Maret ini siapkan uang lebih untuk membayar tagihan air. Sebab, penyesuaian tarif air Perumda Air Minum Tirta Alam Kota Tarakan sudah diberlakukan mulai 14 Februari tarif air tersebut, tertuang dalam Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Alam Tarakan. Pemberlakukan penyesuaian tarif air minum yang baru dengan klasifikasi pelanggan dan tarif berdasarkan kriteria golongan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan terhitung sejak 14 Februari 2022 dan tagihan Maret ini sudah sesuai dengan tarif yang 4 kelompok dan 15 kriteria golongan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan yang mengalami penyesuaian tarif air. Untuk tarif paling rendah kelompok I golongan Sosial SL pemakaian 0-10 meter kubik tarifnya Rp per meter kubik dan pemakaian diatas 10 meter kubik, tarifnya Rp. per meter kubik. Sedang tarif paling mahal kelompok IV golongan Hindran Khusus Umum HKU pemakaian 0-10 meter kubik tarifnya Rp. per meter kubik dan pemakaian diatas 10 meter kubik, tarifnya Rp. per meter Utama Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan Iwan Setiawan menjelaskan alasan penyesuaian tarif air ini, untuk mengurangi subsidi Pemerintah Kota Pemkot Tarakan kepada Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan. Subsidi yang sudah diberikan, tercatat sebesar Rp. 316,5 miliar lebih.“Subsidi Pemkot Tarakan terhadap PDAM sangat besar tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Sementara PDAM hanya mampu menyumbangkan PAD Pendapatan Asli Daerah hanya Rp 4,3 miliar dan Rp 8,16 miliar itu pun baru terjadi di tahun 2020 dan 2021 selama 40 tahun lebih PDAM Tarakan berdiri,” kata Iwan Setiawan saat diwawancarai Kamis 3/3/22.Dijelaskan Iwan, kedepan dana subsidi Pemkot ke Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan bisa dikurangi dan dialihkan untuk kegiatan pembangunan yang lain supaya lebih bermanfaat bagi masyarakat.“Tarif PDAM sesudah penyesuaian, juga masing sangat jauh dari harga air baku tanpa proses yang dijual ke masyarakat sekitar 50 ribu sampai 75 ribu per meter kubiknya. Bandingkan dengan harga air PDAM untuk masyarakat yang telah melalui proses dan uji kelayakan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Permenkes Nomor 492 Tahun 2010 tentang Kualitas Air, dari harga hanya Rp sampai Rp ujar Iwan, Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan menjadi satu-satu nya PDAM se-Kalimantan Utara yang sudah memenuhi syarat penuh Permenkes Nomor 492 Tahun 2010 tentang Kualitas Air dan Permenkes Nomor 736 Tahun 2010 tentang Tatalaksana Pengambilan Sampel.“PDAM masih mensubsidi pemakaian 10 meter kubik untuk semua status sosial sesuai dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2020. Karena jumlah pemakaian rata-rata nasional atau jumlah wajar pemakaian per KK per bulan adalah 10 meter kubik atau 60 liter per jiwa per hari. Jika lebih dari itu berarti terjadi pemborosan,” tegas untuk mengurangi subsidi Pemkot Tarakan ke Perumda Air Minum Tirta Alam, penyesuian tarif air dijelaskan Iwan dikarenakan biaya operasional terus naik. Salah satunya harga bahan kimia naik 30 sampai 40 persen, belum termasuk listrik dan biaya perawatan. Proses penyesuaian tarif air, juga sudah melewati kajian dari akademisi Universitas Borneo Tarakan UBT serta beberapa kali FGD dengan Pemerintah Provinsi Kaltara dan Pemkot Tarakan.“Saya sebagai Direktur harus berani mengambil keputusan agar PDAM tidak membebani keuangan daerah terutama Pemkot Tarakan. Dividen yang diperoleh juga untuk membangun Kota Tarakan bukan jadi ajang bancakan. Satu rupiah pun uang pelanggan, akan kami pertanggung jawabkan, karena kelak kami akan diaudit oleh Tuhan setelah kami mati bukan hanya diaudit oleh BPK, BPKP, Inspektorat dan KAP,” tutup Iwan.Mt
Taliwang, – Setelah sekian lama menjadi wacana, akhirnya kenaikan tarif dasar air Perumda Bintang Bano, Kabupaten Sumbawa Barat KSB, benar-benar terwujud. Senin, 10/8, Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, di rapat paripurna DPRD KSB, menyatakan, bahwa tarif dasar air PDAM KSB yang semula Rp per meter kubik, naik menjadi Rp per meter tarif ini, kata Bupati, bukanlah tanpa alasan. Hal ini dilakukan pihaknya atas rekomendasi dari BPKP, karena tarif yang ada saat ini, yaitu Rp per meter kubik, adalah tarif dasar air minum yang termurah secara nasional dan paling rendah di Provinsi Nusa Tenggara Barat NTB.“Perlu saya sampaikan, bahwa langkah menaikkan tarif dasar air Perumda Bintang Bano ini semata-mata hasil dari rekomendasi BPKP. Menurut catatan BPKP, bahwa Perumda Bintang Bano akan sehat kalau harga airnya Rp per meter kubik. Sudah 3 tahun rekomendasi ini kami terima. Tapi kami memilih menaikkannya di angka Rp per meter kubik,” beber Ir. H. W Musyafirin, tarif dasar air PDAM KSB sudah dinaikkan ke Rp per meter kubik, lanjut Bupati, namun tarif tersebut tetap juga masih lebih rendah dibandingkan tarif air minum di daerah lain yang sudah di atas Rp per meter kubik.“Mohon maaf, di satu sisi kita mengalami pandemi covid-19. Namun lewat kesempatan ini, kami sampaikan bahwa walaupun harga dinaikkan, akan tetapi selisih harga di tengah pandemi Covid-19 ini masih disubsidi oleh Pemerintah Daerah,” jelas dalam upaya penanganan dampak pandemi Covid-19, lanjut Bupati, Pemda KSB telah menganggarkan belanja subsidi tarif air minum kepada Perumda Bintang Bano, guna untuk mengurangi beban masyarakat berpenghasilan rendah, dan terdampak Covid-19. Bupati pada kesempatan itu juga mengapresiasi masukan dan rekomendasi Pimpinan dan Anggota DPRD, terkait perlunya perbaikan kinerja Perumda Air Minum Bintang Bano.“Pemberlakuan tarif baru dan subsidi yang diberikan kepada Perumda Bintang Bano diharapkan dapat meningkatkan kinerja manajemen dan pelayanan masyarakat. Optimisme itu tergambar dalam rencana bisnis manajemen baru Perumda Air Minum Bintang Bano. Dan diharapkan dapat terwujud sebagai bentuk kontribusi nyata Perumda dalam meningkatkan pendapatan daerah,” demikian Dr Ir H W Musyafirin MM. klarTrending di - Akibat diguyur hujan lebat beberapa hari terakhir, debit air sungai Taliwang meluap melampaui tanggul pembatas, sehingga air masuk ke perkampungan Sampir B, Kelurahan Sampir, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat KSB. Kebanjiran seperti ini sudah menjadi hal biasa bagi warga Sampir B, sebab hal ini terjadi hampir setiap…71"Termasuk SMPN 1 Maluk" Taliwang, - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat KSB dikabarkan akan segera melakukan tukar menukar beberapa aset milik Daerah yang ada di kawasan tambang Batu Hijau dengan pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara PTAMNT. "Kami sudah membentuk tim untuk melakukan kajian terhadap lahan Pemda KSB yang ada…70Taliwang, - Sebanyak 100 orang Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS formasi tahun 2019, telah disumpah dan dilantik oleh Bupati Sumbawa Barat, untuk penugasan di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat KSB, Provinsi Nusa Tenggara Barat NTB. “Saya bangga atas prestasi kelulusan yang diraih oleh para peserta Prajabatan CPNS Angkatan 2019 dengan…69Taliwang, - Selama 2 hari terakhir, hujan lebat disertai angin kencang dan petir dilaporkan terjadi di wilayah Taliwang, Sumbawa Barat. Akibatnya, salah satu pohon besar di jalan utama lintas Taliwang-Sumbawa tumbang dan menutupi seluruh bahu jalan. "Telah terjadi pohon tumbang yang menutupi ruas jalan utama lintas Taliwang-Sumbawa, Sabtu, 7/5,…68Taliwang, - Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, meminta agar para Aparatur Sipil Negara ASN di Kabupaten Sumbawa Barat KSB dapat menjadi corong Pemerintah Daerah di tengah-tengah masyarakat. Terutama terkait isu yang berkembang dan simpang siur di tengah masyarakat. Diantaranya; Perihal pembangunan Bandara di Desa Kiantar,…68Taliwang, - Akibat banjir bandang yang menerjang wilayah Sumbawa Barat, jaringan induk dan instalasi pipa air bersih milik Perumda Bintang Bano PDAM KSB rusak parah. Akibatnya, suplai air bersih kepada masyarakat berhenti total. ’Intake dan jaringan pipa, baik yang ada di Kecamatan Brang Rea maupun di Kecamatan Brang Ene…
PENAJAM- PDAM atau sekarang resmi berubah menajadi Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara PPU telah menyesuaikan tarif harga air berlaku mulai tanggal 1 Agustus 2020 pembayaran periode 1 September 2020. Penyesuaian tarif ini dilaksanakan berdasarkan keputusan Peraturan Bupati Perbub Nomer 29 tahun 2020 tentang Penyesuaian Tarif Air Minum di PPU. Direktur Utama Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid mengatakan, penyesuaian tarif air minum sudah melalui proses yang panjang dengan memalui 13 alur mekanisme dari tahun 2018. "Perbup ini sudah memulai proses panjang, kita mulai dari tahun 2018 prosesnya mulai dari permohonan direktur PDAM kepada pemerintah," kata Abdul Rasyid, Kamis 29/7/2020. Atas dasar dari 13 alur mekanisme sejak tahun 2018 inilah kemudian terbit peraturan daerah yang terakhir pada 29 Juli 2019 yang dilakukan oleh manajemen Perumda Air minum Danum Taka PPU, yakni Peraturan Bupati No 29 tahun 2019 tentang penyesuaian tarif air yang mulai berlaku pada 1 September 2020 untuk pemakaian air periode 1 Agustus 2020. Baca juga Patut Ditiru! Pemdes Tanggulrejo di Gresik Bantu Siswa Belajar Online, Pasang Internet Gratis Baca juga Unit Kerja Nakes RSUD AWS Samarinda Positif Covid-19 Langsung Diisolasi Lebih lanjut, Abdul Rasyid menerangkan besaran penyesuaian tarif jika dilihat dari berdasarkan harga pokok produksi Perumda Air minum Danum Taka itu penyesuaian tarifnya adalah 22,5 persen hingga 3 persen berdasarkan harga pokok produksi. Sementara itu besaran penyesuaian tarif untuk kategori Rumah Tangga RT A1 untuk pemakaian 1-10 kubik mengalami penyesuaian tarif menjadi Rp per kubik. Kemudian apabila memakai 10-20 kubik menjadi Rp per kubik. Kemudian untuk pemakaian 21-30 kubik Rp per kubik dan pemakaian yang lebih besar dari 30 kubik tetap di harga Rp per kubik. "Pemakaian 1-10 kubik itu kalau mayarakat menggunakan maka besaran untuk air Rumah Tangga A1 itu hanya membayar Rp 1-10 kubik itu setara dengan 9 tandon. Yang dijual masyarakat itu mobil setara dengan Rp 600 ribu, sedangkan mayarakat PPU sendiri penggunaan air itu rata-rata di 11-20 kubik," ujarnya. Baca juga Idul Adha 2020/1441 H - Bacaan Niat, Tata Cara Shalat dan Khotbah, Sendiri atau Berjamaah Baca juga Pakistan Mengalami Lonjakan Kasus Covid-19, Menteri Kesehatannya Mengundurkan Diri Sedangkan untuk kategori RT A2 untuk pemakaian 1-10 kubik penyesuaian tarif menjadi Rp Dengan adanya penyesuaian tarif ini, pihak Perumda Air Minum Danum Taka PPU diharapkan bisa mendorong mayarakat agar bisa lebih menghemat penggunaan air. "Kita mendorong masyarakat untuk menghemat penggunaan air, karena semakin besar mereka menggunakan tentu biayanya akan semakin besar," ucapnya. *
Ilustrasi. * PADANG – Rencananya, terhitung Januari 2020, Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Padang akan menaikkan tarif dasar air. Kenaikan diperkirakan mencapai 10 persen atau sekitar Rp400/kubik. Direktur Utama PDAM Padang, Hendra Pebrizal membenarkan wacana tersebut. Menurutnya, seiring dengan naiknya biaya produksi, perusahaan milik Pemko Padang itu juga harus menaikkan tarif dasar. “Yang pasti kita akan melakukan penyesuaian. Kita juga tidak ingin memberatkan pelanggan dengan kenaikan tarif ini. Apalagi pada 2020 itu sudah enam tahun tarif tidak naik, terakhir naik pada Juli 2014,” sebutnya didampingi Direktur Tekni, Andri Satria, Rabu 11/9. Dikatakannya, rencana kenaikan itu tidak akan melampaui batasan yang diberikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71/2016. Harga air minum tidak melebihi 4 persen dari Upah Minimum Provinsi. Saat ini, tarif dasar air PDAM Padang berada pada angka Angka itu kalau dibanding dengan tarif PDAM lain di Indonesia cukup rendah, seperti Jambi sudah mencapai Rp4 ribu/kubik. “Kalau dari penghitungan Permendagri itu, jika kita sesuaikan sekarang masih dibawah harga ditetapkan Permendagri itu,” sebutnya. Disebutkannya, dari Permendagri dihitung tarif rendah ada pada angka tarif dasar dan umum Sementara sebelumnya, PDAM Padang memberlakukan tarif rendah untuk tarif dasar dan niaga harga negosiasi. Kenaikan direncanakan menjadi untuk tarif rendah dan untuk tarif dasar dan niaga. Menurutnya, kenaikan tarif itu karena tuntutan biaya produksi dan operasional yang makin tinggi. Harga bahan kimia tinggi termasuk naiknya tarif dasar listrik dan yang paling berpengaruh adalah tingkat inflasi yang mencapai 5 persen/tahun. yose
harga air pdam per m3 2020